Faire de KBRI Rabat votre page de démarrage Ajouter KBRI Rabat à vos sites favoris Imprimer cette page

 

 

 

Actualités:

23.-24 Agustus 2009

Kunjungan Mentan RI ke Maroko

Pada tanggal 23 – 24 Agustus 2009, Menteri Pertanian RI Anton Apriyantono mengadakan kunjungan kerja ke Maroko guna memperkuat komitmen untuk mengembangkan kerjasama di bidang pertanian. Kunjungan kerja ini merupakan rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertanian RI ke tiga negara Timur Tengah yaitu Maroko , Tunisia dan Jordania. Dalam kunjungan kerja kali ini, selain didampingi oleh para pejabat di lingkungan Departemen Pertanian RI juga turut serta dalam rombongan adalah pejabat BKPM serta kalangan dunia usaha Indonesia seperti dari PT. Pusri, PT. Pupuk Kaltim, PT Petro Kimia Gresik, PT. Pupuk Kujang, PT. Sanbe Farma dan PT. Bintang Baja Sinar Cemerlang.

Dalam kunjungan kerja ke Maroko, Menteri Pertanian RI bersama kalangan usahawan Indonesia mengadakan kunjungan ke Institut Agronomique et Veterinaire (Institut Agronomi dan Kehewanan) Hassan II, Rabat, Institut National de la Recherce Agronomique (Institut Nasional Riset Agronomi), Rabat, mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertanian Maroko, Aziz Akhannouch dan mengadakan pertemuan dengan pejabat Office Chérifien des Phosphates (OCP – Perusahaan Nasional Phosphate Maroko).

Pada acara buka puasa bersama dan shalat taraweh dengan masyarakat Indonesia di Maroko, tanggal 23 Agustus 2009, bertempat di Wisma Duta RI, Menteri Pertanian RI menyampaikan tujuan kunjungan kerja ke Maroko adalah untuk saling bertukar informasi mengenai peraturan investasi di masing-masing negara, sekaligus melakukan promosi produk pertanian dan obat-obatan hewan, serta menjajagi kemungkinan peningkatan impor bahan baku pupuk khususnya rock phosphate dari Maroko.

Pada kunjungannya ke Institut Agronomique et Veterinaire dan Institut National de la Recherce Agronomique , masing-masing direktur Institut pertanian Maroko tersebut memberikan presentasi kepada rombongan delegasi Menteri Pertanian RI mengenai profil lembaganya dan juga melakukan kunjungan ke fasilitas labolatorium penelitian pertanian yang terdapat di institut tersebut.

Pada courtessy call Menteri Pertanian RI kepada Menteri Pertanian dan Perikanan Maroko,
Mr. Aziz Akhennouch, Menteri Pertanian RI menyampaikan tekad pemerintah Indonesia untuk meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara dalam bidang pertanian, khususnya bidang penelitian pertanian dan peningkatan volume perdagangan. Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Maroko menyambut positif misi yang dibawa oleh delegasi Menteri Pertanian RI dan sekaligus menawarkan pembentukkan MOU mengenai pertukaran tenaga ahli pertanian yang draft -nya akan disampaikan dari pihak Maroko kepada pihak Indonesia pada kesempatan pertama. Menteri Pertanian RI juga memberikan kesempatan kepada anggota delegasi RI dari pengusaha Pupuk dan obat-obatan hewan untuk juga memberikan presentasi singkat mengenai profil perusahaan dan peluang kerjasama yang dapat dimanfaatkan oleh kedua negara dalam bidang pertanian. Sebagai penutup, kedua pihak melakukan pertukaran cindera mata.

Pada acara audiensi dengan jajaran direksi OCP, rombongan delegasi Menteri Pertanian RI mendengarkan presentasi mengenai profil kegiatan eksploitasi dan cadangan fosfat yang dimiliki Maroko. Dalam presentasi tersebut, pihak OCP menyampaikan bahwa cadangan fosfat Maroko adalah sejumlah 80 Milyar Ton yang dapat dieksploitasi selama 700 tahun. Pihak Pupuk Kaltim menyampaikan inquiries mengenai Phosphate Rock sejumlah 100 ribu ton yang sekiranya dapat dikirimkan pada kurun waktu 10 bulan mendatang. Menanggapi hal tersebut, pihak OCP menyampaikan bahwa pihaknya siap menangani permintaan tersebut dan akan melakukan komunikasi langsung dengan pihak Pupuk Kaltim. Disampaikan juga bahwa pihak OCP berminat untuk merevitalisasi kembali MOU joint venture pengolahan fosfat yang sempat terhenti sejak Desember 2007. menanggapi hal tersebut, menteri pertanian menyampaikan bahwa pihak Indonesia juga memilliki minat yang sama untuk melanjutkan kerjasama termaksud dan diharapkan pada anggota delegasi yang berkepentingan dalam kerangka kerja ini agar melakukan koordinasi lanjutan untuk mentuntaskan MOU tersebut.

 

 

Liens :